whatsapp

KESEHATAN

Apa Itu Osteoporosis? Yuk Pelajari Penyebab dan Pencegahannya !

BY PUTRI / 04 Jul 2022

Apa Itu Osteoporosis? Yuk Pelajari Penyebab dan Pencegahannya !

Osteoporosis identik dengan lanjut usia (lansia). Akan tetapi, penyakit pengeroposan tulang ini sebenarnya bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Oleh karena itu kesehatan tulang bukanlah hal yang bisa diremehkan. Osteoporosis dianggap sebagai penyakit yang sangat merusak karena akan mengganggu mobilitas dan gaya hidup para penderitanya. Osteoporosis dan pendahulunya, osteopenia, dapat merampas produktivitas seseorang dan oleh karenanya dapat menurunkan kualitas hidup. Berbagai upaya pencegahan terhadap penyakit yang menggangggu sistem gerak pada manusia ini perlu dilakukan sejak dini. Yuk simak penjelasan tentang osteoporosis serta cara mencegahnya berikut ini.

Apa itu osteoporosis?

Osteoporosis berasal dari kata osteo yang berarti tulang dan porous yang berarti berlubang-lubang atau keropos, sehingga secara bahasa osteoporosis berarti tulang yang keropos. Osteoporosis adalah suatu penyakit metabolik tulang yang bersifat sistemik dengan karakteristik terjadinya penurunan massa tulang karena berkurangnya matriks dan mineral tulang serta kerusakan mikroarsitektural jaringan tulang. Akibatnya, tulang menjadi lebih mudah patah.  Menurut kriteria Depkes RI, osteoporosis merupakan keadaan dimana tulang menjadi tipis, rapuh, keropos, dan rentan patah akibat penurunan massa tulang yang terjadi dalam waktu lama. Pada kebanyakan kasus, osteoporosis sering tidak terdeteksi sampai timbul patah tulang. Oleh karena itu, osteoporosis sering dikenal sebagai silent disease atau silent thief.  Tiga tempat yang rawan akan osteoporosis, diantaranya adalah tulang belakang, panggul dan pergelangan tangan.

Apa yang menyebabkan osteoporosis?

Osteoporosis umumnya terjadi karena adanya gangguan pada metabolisme tulang. Pada keadaan normal, sel-sel tulang, yaitu sel pembangun (osteoblas) dan sel pembongkar (osteoklas) bekerja silih berganti, saling mengisi, seimbang, sehingga tulang terjadi utuh.

Apabila kerja osteoklas melebihi kerja osteoblas, maka kepadatan tulang menjadi kurang dan akhirnya menyebabkan tulang menjadi keropos. Metabolisme tulang bisa terganggu oleh berbagai kondisi, yaitu  karena berkurangnya hormon estrogen, berkurangnya asupan kalsium dan vitamin D, berkurangnya stimulasi mekanik (inaktif) pada tulang, efek samping beberapa jenis obat, minum-minuman  beralkohol, merokok dan sebagainya.

Diagnosis Osteoporosis

Diagnosis osteoporosis biasanya dilakukan oleh dokter dengan cara menanyakan riwayat medis lengkap dan melakukan pemeriksaan fisik. Bisa pula ditambah dengan pemeriksaan penunjang seperti rontgen tulang, densitometri tulang, dan tes laboratorium khusus.

Jika dokter mendiagnosis massa tulang yang rendah, dokter mungkin melakukan tes tambahan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang dapat menyebabkan keropos tulang. Contohnya osteomalasia (penyakit tulang metabolik yang ditandai oleh mineralisasi tulang yang abnormal), atau hiperparatiroidisme (aktivitas berlebihan kelenjar paratiroid).

Densitometri tulang biasanya dilakukan pada wanita yang menginjak usia menopause. Beberapa jenis densitometri tulang digunakan untuk mendeteksi keropos tulang di berbagai area tubuh.

Dual-energi x-ray absorptiometry (DEXA) adalah salah satu metode yang paling akurat, tetapi teknik lain juga dapat mengidentifikasi osteoporosis. Misalnya  photon absorptiometry tunggal (SPA), computed tomography kuantitatif (QCT), absorptiometri radiografi, dan USG. Dokter dapat menentukan metode mana yang paling cocok untuk pasien.

Bagaimana cara mencegah osteoporosis?

Untuk mencegah terjadinya osteoporosis, langkah utama yang harus dilakukan adalah menghindari atau mengatasi faktor risikonya. Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah:

  1. Rutin berolahraga

Langkah utama untuk mencegah osteoporosis adalah rutin berolahraga. Aktif bergerak dan berolahraga dapat meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang, terutama jika hal ini dilakukan rutin sejak masa kanak-kanak dan remaja.

Anda dapat memilih olahraga favorit untuk dijadwalkan setiap harinya, seperti latihan beban dan ketahanan yang memiliki tujuan memperkuat otot dan tulang. Lakukan secara berkala agar menjadi bekal kesehatan tulang di masa depan, terutama saat kepadatan tulang mencapai puncak maksimalnya pada usia sekitar 30 tahun.     

  1. Mengonsumsi makanan tinggi kalsium

Kalsium mempunyai peranan dalam memperkuat tulang, oleh karena itu penting untuk kita dapat mencukupi kebutuhan kalsium harian demi menunjang kesehatan tulang. Anda dapat mengonsumsi makanan kaya kalsium sehari-hari, seperti beragam produk olahan susu rendah lemak, sereal tinggi kalsium, produk olahan kedelai, kacang almond, dan sayuran hijau.

  1. Cukupi kebutuhan vitamin D

Vitamin D memiliki peranan penting dalam meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium serta menjaga kadar fosfor dalam darah. Kalsium dan fosfor adalah dua faktor utama dalam menjaga kesehatan tulang, karenanya konsumsi vitamin D yang cukup dalam menunjang kekuatan tulang dan mencegah terjadinya pengeroposan. Vitamin D bisa didapat dengan rutin berjemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih 10-15 menit, dengan tetap menggunakan tabir surya.  

  1. Hindari gaya hidup yang tidak sehat

Menerapkan gaya hidup sehat dengan tidak merokok dan mengonsumsi alkohol, serta mengurangi minuman bersoda merupakan salah satu cara untuk membentuk tulang sehat dan kuat. Hal ini disebabkan kandungan alkohol dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam menyimpan kalsium, begitu juga dengan minuman bersoda yang mampu memicu pelepasan kalsium sehingga mengurangi kepadatan tulang.

  1. Jaga berat badan ideal

Selain dengan makan makanan bergizi dan olahraga, menjaga berat badan juga tak kalah penting untuk menjaga kesehatan tulang. Pasalnya, orang yang berat badannya kurang berisiko osteopenia dan osteoporosis.

Berat badan rendah merupakan faktor utama penyebab turunnya kepadatan tulang dan pengeroposan tulang. Biasanya, hal ini terjadi pada wanita yang sudah mengalami menopause sebagai efek penurunan hormon estrogen. Maka, jagalah berat badan Anda tetap ideal untuk melindungi kesehatan tulang.

Lakukan lima langkah sehat di atas untuk mendapatkan tulang kuat dan sehat terhindar dari osteoporosis. Lebih baik mencegah sejak dini untuk bergerak aktif di masa depan. Mari cegah osteoporosis mulai dari sekarang!

Lainnya

Yuk, Intip 5 Tips Membuka Toko Kelontong dengan Modal Kecil

BY PUTRI

Manfaat Berkebun Di Rumah Bagi Lansia

BY PUTRI

Sebelum Berinvestasi, Cari Tahu Dulu Apa Itu Investasi ?

BY PUTRI