whatsapp

KESEHATAN

Apa itu Nebulizer? Yuk, Simak Fungsi dan Cara Penggunaannya!

BY PUTRI / 20 Sep 2022

Apa itu Nebulizer? Yuk, Simak Fungsi dan Cara Penggunaannya!

Nebulizer merupakan perangkat yang digunakan untuk terapi inhalasi atau terapi aerosol. Alat medis yang satu ini memiliki fungsi seperti inhaler, yakni untuk mengubah obat cair menjadi uap hirup lansung ke sistem pernapasan. Manfaat yang terkandung pada nebulizer tidak akan menimbulkan kecanduan pada penggunanya. Biasanya, nebulizer diberikan kepada penderita dengan gangguan pernapasan terutama saat mengalami batuk dan pilek.

Manfaat Nebulizer

Nebulizer memang lebih sering digunakan oleh pengidap penyakit pernapasan kronis, seperti asma pada anak-anak dan orang dewasa. Akan tetapi, alat ini juga bisa digunakan untuk membantu meredakan masalah batuk dan pilek.

Sebuah studi dalam Annals of Pharmacotherapy (2013) mengatakan penggunaan alat nebulizer cukup aman untuk meredakan batuk, terlebih bila jenis pengobatan lain sudah tidak efektif. Pengobatan dengan semprotan atau uap yang dihirup dapat bermanfaat bagi pengidap gangguan pernapasan. Alat ini membantu membersihkan saluran napas dan meredakan gejala yang dialami. Batuk dan pilek berhubungan dengan dahak yang menumpuk pada rongga pernapasan. Nebulizer membantu mengontrol penumpukan dahak sehingga gejala batuk dan pilek bisa berkurang.

Penyakit yang Dapat Ditangani dengan Nebulizer

Nebulizer memang umumnya digunakan untuk meredakan gejala asma. Namun, alat ini juga dapat digunakan untuk menangani penyakit lain, seperti:

  1. Penyakit paru obstruktif kronis

Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK adalah kondisi ketika paru-paru mengalami peradangan jangka panjang. Peradangan ini membuat aliran udara dalam saluran pernapasan terhambat sehingga menimbulkan gejala berupa batuk, dan sesak napas. Penyakit PPOK bisa disebabkan oleh paparan polusi dan asap rokok terus-menerus dalam jangka waktu lama.

  1. Croup

Croup merupakan penyakit yang menyerang pita suara dan tenggorokan akibat infeksi virus. Penyakit ini sering diderita oleh anak usia 6 bulan sampai 3 tahun. Gejala yang dapat dialami anak dengan kondisi ini meliputi demam, suara serak, napas berbunyi, serta batuk bersuara keras dan kasar.

  1. Epiglotitis

Epiglotitis adalah pembengkakan pada epiglotis, yaitu tulang rawan di pangkal lidah yang berfungsi sebagai katup penutup saluran pernapasan ketika Anda makan atau minum.

Epiglotitis umumnya disebabkan infeksi bakteri atau virus dan cedera pada tenggorokan. Gejala dari kondisi ini biasanya berupa demam tinggi, suara serak, tenggorokan sakit, sulit dan nyeri saat menelan, hingga sesak napas.

  1. Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi pada salah satu atau kedua paru-paru yang membuat organ tersebut meradang. Penyebabnya bisa virus, bakteri, atau jamur. Gejala pneumonia meliputi batuk berdahak, sesak napas, nyeri dada, lemas, demam, dan terkadang disertai mual, muntah, atau linglung.

Seseorang lebih berisiko menderita pneumonia jika sedang dirawat di rumah sakit, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, merokok, atau menderita penyakit tertentu seperti stroke, diabetes, penyakit jantung, dan PPOK.

Jenis Nebulizer

Sebelum membeli nebulizer, pastikan Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis terkait. Namun ada 3 jenis nebulizer yang dapat Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan, yaitu:

Nebulizer Jet Kompresor

Nebulizer dengan jet kompresor dapat mengalirkan tekanan gas dengan kecepatan tinggi untuk mengubah obat cair menjadi bentuk uap. Jenis alat inhalasi ini memiliki kemampuan untuk menghantarkan obat cair yang tidak dapat inhaler biasa lakukan, seperti kandungan pada obat antibiotik dan mukolitik (pengencer dahak). Selain itu, jet kompresor nebulizer memiliki harga yang terjangkau dan fitur canggih yang memudahkan penggunanya. Salah satu kekurangan nebulizer jet kompresor adalah menghasilkan suara yang lebih berisik ketimbang jenis lainnya.

Ultrasonic Nebulizer

Ini merupakan nebulizer mampu menghasilkan getaran suara berfrekuensi tinggi untuk mengobah obat cair menjadi uap aerosol. Edisi generasi terbaru ini dapat menghasilkan uap 10 kali lebih cepat daripada tipe kompresor. Hanya saja mesin nebulizer ultrasonik memiliki harga yang lebih mahal.

Mesh Nebulizer

Jenis nebulizer ini memiliki teknologi tinggi dengan menggunakan micropump dari gelombang getaran ultrasonic untuk menghasilkan aerosol. Mesh nebulizer merupakan salah satu rekomendsi alat hirup paling bagus, efisien, tidak berisik, dan mampu menghasilkan tetesan uap cairan yang sangat halus dibandingkan jenis nebulizer lainnya. Dengan pemanfaatan penggunaan batrai dan ukurannya yang praktis menjadikannya sebagai salah satu pilihan untuk dibawa kemanapun. Untuk kekurangannya, harga nebulizer ini tergolong mahal dan kurang dapat mengolah obat dengan konsistensi yang kental.

Cara Menggunakan Nebulizer yang Benar

Seperangkat alat nebulizer mencangkup mesin kompresor, masker atau corong mulut, selang penghubung, dan cangkir nebulizer atau wadah obat. Obat yang biasa digunakan adalah obat asma, obat antiradang, dan obat pengencer dahak.

Berikut ini adalah urutan cara yang tepat untuk menggunakan nebulizer:

  • Pastikan peralatan yang digunakan sudah dibersihkan.
  • Cuci tangan sebelum menyiapkan obat.
  • Masukkan obat ke cangkir nebulizer dan pastikan dosis yang diberikan sesuai anjuran atau resep dokter.
  • Sambungkan corong mulut atau masker ke cangkir nebulizer.
  • Pasang selang penyambung antara mesin kompresor dan cangkir nebulizer.
  • Saat alat sudah siap, nyalakan mesin kompresor. Jika berfungsi secara normal, alat akan mengeluarkan uap yang berisi obat.
  • Letakkan corong mulut atau masker ke mulut dan pastikan tidak ada celah.
  • Duduklah dengan nyaman dalam posisi tegak. Prosedur ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 15–20 menit.
  • Ketika menggunakan alat, bernapaslah secara perlahan hingga obat habis.
  • Jaga agar cangkir nebulizer tetap tegak selama alat digunakan.

Jika muncul keluhan pusing, dada berdebar, atau gelisah saat menggunakan obat, hentikan pengobatan sejenak. Setelah 5 menit, gunakan kembali nebulizer, tetapi cobalah untuk bernapas lebih perlahan. Bila keluhan masih juga muncul, hentikan penggunaan nebulizer dan segera konsultasikan ke dokter.

Lainnya

Minggu Ini Vaksin Covid-19 bagi Lansia Siap Dilakukan, Apa Saja Hal yang Perlu Diperhatikan?

BY MATHIAS

Sering Dianggap Remeh, Ternyata Budidaya Lele Bisa Menjadi Bisnis yang Menguntungkan

BY PUTRI

Makna Idul Adha : Mengajarkan Untuk Senantiasa Bersyukur dan Ikhlas

BY PUTRI