whatsapp

BERITA

Begini Sejarah PWRI, Organisasi Kemasyarakatan Pensiunan Sipil

BY PUTRI / 22 Jul 2022

Begini Sejarah PWRI, Organisasi Kemasyarakatan Pensiunan Sipil

Memasuki masa purna tugas atau pensiun, bukan berarti menghentikan pengabdian sebagai abdi negara. Para PNS yang memasuki masa pensiun bisa terus tetap beraktivitas dan berkarya di lingkungannya. Tidak ada salahnya jika Anda bergabung ke Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI).  PWRI adalah wadah kegiatan para pensiunan PNS untuk membangun dan memberdayakan kebersamaan. Yuk, kita cari tahu bersama seperti apa sejarah berdirinya Persatuan Wredatama Republik Indonesia!

Sejarah terbentuknya PWRI

Seperti yang dilansir dalam web resmi PWRI, organisasi yang bernama Persatuan Wredatama Republik Indonesia disingkat PWRI, didirikan pada tanggal 24 Juli 1961 di Yogyakarta untuk waktu yang ditentukan lamanya.

Berbagai organisasi pensiunan sejak kemerdekaan Republik Indonesia telah terbentuk diberbagai daerah, dengan anggotanya para pensiunan berbagai latar belakang tergabung dalam puluhan organisasi.

Organisasi pensiunan diantaranya berskala besar lintas daerah, antara lain  :

  • Dewan Musyawarah Nasib Pensiunan (DMNP), dipimpin oleh Rd Tumenggung Djoewarsa, mantan Residen Karawang di Bandung;
  • Persatuan Bekas Pegawai Negara Indonesia (PBPNI) di Tasikmalaya, pimpinan M. Hardjasuwardja dan H. Partawidjaja;
  • Persatuan Pensiunan Bumiputra (PPB) di Malang, pimpinan RAA Samadikun Prawotohadikoesoemo, pensiunan Gubernur Jawa Timur;
  • Persatuan Pensiunan Seluruh Indonesia (PPSI) yang merupakan Penggabungan Kesatuan Kaum Pensiunan (KKP Solo) pimpinan Raden Tumenggung Sarwoko Mangoenkoesoemo, seorang pensiunan Bupati-patih Mangkunegaran, dengan Persatuan Pensiunan Pegawai (PPP) Jatinegara pimpinan Kasan Kartadiredja.

Melalui Kongres Persatuan Pensiunan pertama di Bandung tanggal 25 s/d 27 Desember tahun 1956 dan Kongres Persatuan Pensiunan ke dua  di Solo tanggal 27 s/d 28 September tahun 1957, lahir PPSI hasil penggabungan beberapa organisasi pensiunan.

Perjalanan organisasi pensiunan selanjutnya bersepakat membentuk Dewan Presidium Persatuan Pensiunan Republik Indonesia (PPRI), mengakhiri masa pecah belah Organisasi Pensiunan waktu itu, dengan likwidasi/meleburkan diri sebagai wadah tunggal para pensiunan.

Presidium PPRI berkedudukan di Jakarta waktu itu, dengan 7 Komisariat Daerah    (Komda) :

  1. Jakarta
  2. Jawa Barat
  3. Jawa Tengah
  4. Jawa Timur
  5. Kalimantan Selatan
  6. Sulawesi Utara Tengah (Sulutteng)
  7. Sumatera Utara

Dengan pertimbangan bahwa Yogyakarta adalah kota bersejarah dalam perjuangan kemerdekaan, maka Kongres Pensiunan sepakat diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 24-27 Juli 1962.

Tanggal 24 Juli disepakati bersama menjadi Hari Lahir dan Hari Ulang Tahun Persatuan Wredatama Republik Indonesia.

Organisasi yang sebelumnya dulu PPRI (Persatuan Pensiunan Republik Indonesia) berubah menjadi PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia). dengan kebijaksanaan Pusat ketika dimintakan Badan Hukum ke Departemen Kehakiman telah ada organisasi lain yang telah mendapat Badan Hukum lebih dahulu yang dengan singkatan PPRI juga. Dengan persetujuan pihak Departemen Kehakiman dengan Pengurus Pusat, nama itu diganti PWRI, selanjutnya memberitahukan hal itu keseluruh Daerah dan Cabang-cabangnya.

Di dalam tahun 1963, atau tepatnya setahun sesudah Kongres pertama di Jogya, Dewan Presidium mengambil putusan yang penting dan prinsipil, yaitu supaya penggunaan istilah “Pensiunan” dalam nama organisasi diganti dengan istilah “Wredatama”, dimana diingatkan kepada makna dalam bangsa asing “loontrekker” dihilangkan dan diganti dengan nama “wredatama” yang berarti : wreda = orang tua, dan tama = asal dari utama, sehingga makna wredatama adalah orang tua utama. Perubahan/penggantian nama ini mempunyai arti yang luas, oleh karena seorang wredatama yang walaupun sudah dibebaskan dari tugas-tugas kenegaraan, hakekatnya ia tidak bebas dari tugas dan kewajiban selaku warganegara.

Dengan lain perkataan ia tetap sebagai insan pejuang bagi Negara dan Bangsa, dan tidak bisa disejajarkan dengan seorang “pensiunan” ala Belanda yang disanjung dengan perkataan “op zijn lauweren rusten”, bebas dari segala kegiatan hidup sehari-hari. Berkenaan pengertian di atas, maka sewajarnyalah bila istilah “pensiun” pula diganti dengan “wredatama”

Anggota PWRI Meliputi :

  • Pensiunan Pegawai Negeri Sipil/Aparatur Sipil Negara Pusat Dan Daerah.
  • Pensiunan Karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
  • Pensiunan Pejabat Negara.
  • Mantan Kepala Dan Perangkat Desa.

Keberadaan PWRI ditengah – tengah masyarakat adalah sangat besar manfaatnya terutama sebagai media bagi para pensiunan untuk kembali membina persatuan dan kesatuan serta kekompakan para pensiunan yang tergabung dalam PWRI dalam rangka melanjutkan dharma bhaktinya kepada masyarakat, bangsa dan negara. Keberadaan PWRI agar turut serta dan peduli terhadap lingkungan tempat tinggalnya termasuk peduli kepada 3 generasi seperti anak – anak, remaja, dan lansia. Disamping itu, PWRI juga diharapkan dapat ikut serta dalam upaya melaksanakan program percepatan pengentasan kemiskinan.

Keikutsertaan PWRI atau pensiunan dalam berbagai kegiatan pembangunan tidak dimaksudkan bahwa para pensiunan itu masih mau menduduki jabatan tetapi para pensiunan yang memiliki pengalaman dibidang pemerintahan diharapkan akan dapat mempercepat suksesnya program posdaya dan para pensiunan menyadari pula bahwa pengabdian itu tiada akhir.

Lainnya

5 Manfaat yang Tak Terduga dari Olahraga Bersepeda Bagi Lansia

BY PUTRI

Bisa Meningkatkan Fungsi Kognitif, Inilah Rekomendasi Games yang Cocok Dimainkan Lansia

BY PUTRI

Olahraga Wall Push Up dan Manfaatnya Bagi Lansia

BY PUTRI