whatsapp

WIRAUSAHA

Budidaya Udang Vaname yang Sangat Menguntungkan

BY PUTRI / 30 Sep 2022

Budidaya Udang Vaname yang Sangat Menguntungkan

Udang vaname (Littopenaeus Vannamei) merupakan udang yang sangat cocok untuk dibudidayakan karena memiliki tingkat keberlangsungan hidup yang tinggi dan ketahanan yang baik terhadap penyakit. Walaupun udang vaname terlihat mudah untuk dibudidayakan, ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan agar pembudidayaannya menghasilkan keuntungan yang besar.

Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui teknik sukses budidaya udang vaname hingga panen!

Tahap Persiapan

Tahap persiapan ini meliputi beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki siklus budidaya. Tahap persiapan terdiri dari persiapan kolam dan tandon, persiapan alat-alat, pengisian air, sterilisasi kolam dan persiapan mikroorganisme.

  1. Persiapan Kolam Budidaya dan Tandon

Perencanaan konstruksi dan desain kolam menjadi awal memulai kegiatan budidaya. Selain itu, keberadaan sumber air juga harus dipastikan. Sumber air yang digunakan dapat berupa air laut secara langsung atau sumur bor dengan salinitas tertentu. Ketersediaan air merupakan faktor penentu dari kegiatan budidaya udang vannamei. Selain itu, konstruksi tambak sendiri harus dilengkapi dengan beberapa jenis kolam lain seperti kolam tandon, kolam outlet dan kolam IPAL.

  1. Pengisian Air

Setelah kolam budidaya siap dan dirasa sudah cukup baik, tidak ada kebocoran atau lubang, maka bisa dilakukan pengisian air. Pengisian air ini biasanya sampai ketinggian 100 cm, dengan salinitas di atas 15 ppt.

  1. Persiapan Alat-Alat

Peralatan tambak perlu dilakukan pengecekan kondisi dan fungsi secara berkala. Beberapa alat yang perlu dipersiapkan untuk menunjang kegiatan budidaya adalah sebagai berikut :

  1. Nanobubble, berfungsi sebagai alat suplai oksigen terlarut pada tambak. Gelembung yang berukuran nano menjadikannya efektif dalam transfer gas dan menjaga ketersediaan DO di tambak budidaya udang vaname.

 

  1. Jet Bubble, menghasilkan arus sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengarahkan sedimen atau materi organik di kolam budidaya. Mesin ini perlu diatur untuk mengarahkan air agar ke tengah kolam guna mengumpulkan lumpur ke pipa sentral.

 

  1. Anco, digunakan untuk sampling udang dan diletakkan minimal 1 buah di kolam budidaya.

 

  1. Peralatan kualitas air
  • Secchi disk untuk mengukur kecerahan air
  • DO meter untuk mengukur kandungan oksigen terlarut dalam air
  • pH meter untuk mengukur pH air
  • Hand refraktometer untuk mengukur salinitas
  • TDS meter untuk mengukur nilai total padatan terlarut
  • Termometer untuk mengukur suhu
  • Ammonia test kit
  • Gayung
  • Botol sampel

 

  1. Sterilisasi Kolam

Kolam yang sudah siap dan diisi air dapat dilanjutkan dengan proses sterilisasi. Proses ini berfungsi untuk mematikan seluruh organisme yang ada di dalam air agar tidak membahayakan benur.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini, yaitu sebagai berikut :

  • Sterilisasi dilakukan dengan mempertimbangkan organisme apa yang ada pada kolam
  • Sterilisasi dilakukan dengan memperhatikan petunjuk penggunaan produk/obat dan ancaman bahaya yang bisa terjadi
  • Gunakan obat yang tidak memiliki residu dan ramah lingkungan
  • Dosis obat yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan sterilisasi

 

  1. Persiapan Mikroorganisme

Kolam yang telah steril, perlu dipersiapkan untuk menumbuhkan pakan alami bagi udang agar menciptakan kondisi kolam sesuai untuk proses budidaya serta bebas dari segala bakteri patogen dan plankton yang merugikan. Plankton dibutuhkan dalam budidaya udang sebagai sumber pakan alami, membantu penyerapan amonia dan sisa bahan organik, menghasilkan oksigen dan menstabilkan suhu air. Selain plankton, bakteri dekomposer seperti jenis bacillus juga dibutuhkan untuk mempercepat penguraian sisa bahan organik, ammonia dan nitrogen.

Teknis Budidaya

  1. Penebaran Benur

Sebelum di tebar, benur yang dipilih harus memiliki SPF (Specific Pathogen Free), ukuran PL 8-9, tahan terhadap perubahan lingkungan dan tahan terhadap penyakit. Benur yang baik diantaranya memiliki ukuran yang seragam, aktif berenang secara menyebar dan melawan arus, tubuh berwarna bening transparan, serta terbebas dari infeksi virus dan bakteri. Proses aklimatisasi juga penting untuk dilakukan guna mencegah benur mati akibat stress pasca pengiriman.

  1. Pakan Buta

Pakan buta merupakan kegiatan pemberian pakan dengan tidak memperhatikan program dan penerapannya tergantung pada ketersediaan pakan alami di kolam. Pada fase awal juvenil, udang lebih memilih pakan alami. Pakan buta bertujuan memperkenalkan benur dengan pakan buatan dan mengantisipasi berkurangnya atau habisnya pakan alami. Teknik yang biasa dilakukan yaitu pemberian pakan sebanyak 3 kg/hari untuk 100.000 benur.

  1. Pengambilan Contoh

Sampling merupakan hal yang penting dilakukan oleh pembudidaya udang. Sampling akan menunjukkan bagaimana perkembangan udang dalam waktu tertentu, Hal ini berguna untuk proses evaluasi dari perlakuan yang telah diberikan. Sampling dapat dilakukan dalam waktu 5-7 hari sekali atau disesuaikan dengan instruksi dari teknisi.

  1. Perhitungan Pakan

Perhitungan pakan juga penting dilakukan karena pakan menyumbang pengeluaran terbesar selama proses budidaya. Selain itu, pakan juga bisa mempengaruhi kondisi kualitas air di kolam. Contohnya apabila kita memberikan pakan terlalu banyak (overfeeding), akan berdampak pada peningkatan endapan di dasar kolam dan bisa menjadi amonia beracun bagi udang. Perlu adanya perhitungan yang akurat untuk pemberian pakan tiap harinya. Menghitung persentase kebutuhan pakan udang per hari berdasarkan ABW(Average Body Weight) dan dihitung dari biomassa udang yang ada menggunakan rumus sebagai berikut :

Rumusnya        = Biomassa x FR pakan           

Selain melihat dari estimasi biomassa, kita juga dapat menentukan jumlah pakan dengan melihat tren anco di kolam, dengan waktu pengecekan 1 jam setelah pemberian pakan selesai. Apabila pakan yang diberikan di anco habis selama 2-3 Hari berturut-turut, maka kita bisa menaikkan pakan di hari berikutnya.

  1. Manajemen Kualitas Air

Manajemen kualitas air merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kualitas air tambak yang nyaman bagi udang. Parameter fisika, kimia dan biologi dari air tambak dapat berpengaruh terhadap kehidupan udang yang dibudidayakan sehingga perlu dilakukan pengukuran parameter-parameter tersebut secara harian, mingguan atau dalam kondisi tertentu.

Pengukuran harian terdiri dari pH, suhu, DO, kecerahan, dan ketinggian air. Pengukuran mingguan yaitu salinitas, nitrit, dan TAN. Adapun pengukuran Total bakteri, Total plankton, TOM, kesadahan, dan uji klinis penyakit udang biasanya dilakukan sebulan sekali atau ketika terjadi gejala tertentu pada udang.

  1. Perlakuan dan Obat-Obatan

Selain pengukuran kualitas air yang teratur, salah satu upaya lain untuk menjaga kondisi kualitas air tambak agar baik bagi pertumbuhan udang yaitu dengan berbagai perlakuan seperti pengurangan atau penambahan air kolam, siphon lumpur, pemberian kultur probiotik dan multivitamin.

  1. Panen

Panen merupakan tujuan untuk mendapatkan hasil dari usaha budidaya. Proses pemanenan dilakukan ketika udang sudah mencapai batas budidaya, memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain itu, pemanenan juga bisa dilakukan ketika daya dukung kolam sudah minimal atau udang terserang penyakit menular.

Ada beberapa jenis panen yang diketahui yaitu panen dini, panen parsial dan panen Raya.

  • Panen dini dilakukan untuk meminimalisir kerugian produksi, karena udang telah terjangkit penyakit mematikan di kolam.
  • Panen parsial bertujuan untuk mengurangi populasi udang di kolam, sehingga daya dukung kolam dapat meningkat.
  • Panen Raya bertujuan untuk memanen total udang yang sudah besar dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Idealnya untuk budidaya udang vannamei, panen bisa dilaksanakan pada DOC 110-120, karena udang sudah cukup besar dan harga jual yang tinggi.

Lainnya

5 Negara yang Banyak di kunjungi setelah Memasuki masa Pensiun

BY ANDERSON SEBASTIAN

Bosan Nonton Tv? Coba Nonton Film Gratis di Situs Ini

BY PUTRI

5 Usaha yang Menjanjikan untuk Segmen Market Lansia

BY ANDERSON SEBASTIAN