whatsapp

KESEHATAN

Kebutuhan Vitamin dan Mineral pada Pensiunan

BY PUTRI / 25 Oct 2022

Kebutuhan Vitamin dan Mineral pada Pensiunan

Kebutuhan vitamin dan mineral tidak memandang usia, termasuk untuk Anda yang sudah memasuki lanjut usia atau pensiunan. Meski bertambah usia, Anda tetap membutuhkan vitamin dan mineral agar tubuh tetap sehat. Jika gagal memenuhi kebutuhan gizi ini, jangan heran jika berbagai penyakit pada pensiunan jadi mudah menyerang.

Nah, dengan semakin bertambahnya usia, beberapa jenis vitamin dan mineral tertentu menjadi sangat penting, tergantung kondisi tubuh masing-masing. Lalu, apa saja vitamin dan mineral yang perlu dipenuhi pensiunan? Berikut penjelasannya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya para pensiunan kurang mengonsumsi vitamin A, B1, B2, B6, niasin, asam folat, vitamin C, D, dan E. Kekurangan mineral yang paling banyak diderita lansia atau pensiunan adalah kurang mineral kalsium yang menyebabkan kerapuhan tulang dan kekurangan zat besi menyebabkan anemia. Kebutuhan vitamin dan mineral bagi pensiunan menjadi penting untuk membantu metabolisme zat-zat gizi yang lain. Sayuran dan buah hendaknya dikonsumsi secara teratur sebagai sumber vitamin, mineral dan serat.

Hal lain yang tidak kalah penting yaitu kebutuhan air pada lansia. Jumlah cairan tubuh akan menurun seiring bertambahnya usia, sehingga lansia berisiko mengalami dehidrasi. Apalagi jika tidak dibarengi dengan kebiasaan minum air yang rutin dan banyak setiap harinya. Kebutuhan air tidak berubah sejak usia 19 tahun keatas, mengkonsumsi  lebih dari 6 gelas sehari mencegah dehidrasi. Sebagai panduan kebutuhan air, setiap 1 mL air dibutuhkan untuk setiap kalori yang dikonsumsi dengan minimal 1500 kkal. Contohnya, untuk orang dengan kebutuhan energi 2000 kkal per hari  dibutuhkan air 2000 mL atau 2 L atau setara dengan 8 gelas per hari.

Kebutuhan gizi pensiunan maupun energi memang sangat penting tapi bukan hanya itu, Anda sebaiknya juga melakukan anjuran berikut ini :

  • Sebaiknya olah makanan dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang.
  • Mengurangi makanan yang digoreng.
  • Sesuaikan tekstur makanan dengan kemampuan.  Jika sulit menelan, sebaiknya sajikan makanan dalam bentuk lunak.
  • Menentukan jadwal makan yang teratur.  Contoh, sarapan jam 6 pagi, selingan jam 9 pagi, makan siang jam 12, makan selingan jam 3 sore, makan malam jam 6 malam, dan selingan jam 9 malam.
  • Batasi makanan yang manis-manis atau mengandung kadar gula tinggi.
  • Batasi makanan yang terlalu pedas.
  • Batasi minum kopi atau teh.
  • Batasi konsumsi makanan yang terlalu asin.

Para pensiunan tetap membutuhkan olahraga untuk menjaga kesehatannya. Akan tetapi, sebaiknya konsultasikan dahulu ke Dokter apakah kondisinya memungkinkan. Jika diperbolehkan lakukan 2-3 kali dalam seminggu, ini termasuk latihan aerobik dan latihan kekuatan. Untuk latihan kekuatan, lakukan dengan 8-10 macam gerakan dengan 8-12 kali repetisi yang dilakukan dengan total selama 20-30 menit.

 

Selain olahraga, lansia juga perlu untuk memantau berat badannya secara rutin. Lansia juga tidak boleh diam saja, lakukan aktivitas sehari-hari sesuai kemampuan agar tubuh tetap fit dan mencegah pikun. Dan yang pasti hindari stres, serta terapkan pola hidup bersih dan sehat.

Lainnya

Persyaratan Pengurusan Hak Program Tabungan Hari Tua (THT)

BY PUTRI

Kebutuhan Vitamin dan Mineral pada Pensiunan

BY PUTRI

Ampuh! Cegah Stroke dengan Senam Ringan Setiap Hari

BY PUTRI