whatsapp

BERITA

Resmi Nyatakan Pensiun, Inilah Perjalanan Karir Greysia Polii di Dunia Bulutangkis

BY PUTRI / 13 Jun 2022

Resmi Nyatakan Pensiun, Inilah Perjalanan Karir Greysia Polii di Dunia Bulutangkis

Atlet bulu tangkis ganda putri nasional Greysia Polii mengumumkan akan resmi pensiun dari karir olahraganya dalam acara perpisahan yang khusus diadakan sebelum putaran final Indonesia Masters 2022 pada 12 Juni.

Peraih medali emas Olimpiade Tokyo ini akan bertanding untuk terakhir kalinya dalam pertandingan eksibisi yang diselenggarakan khusus oleh penyelenggara Indonesia Masters, ujarnya di sela-sela Greysia Polii: Testimonial Day yang digelar Minggu.

Ia berhasil mencatatkan rekor sejarah menjadi pemain ganda putri Indonesia pertama yang menyumbangkan medali emas Olimpiade bersama pasangannya, Apriyani Rahayu. Selain itu, keputusan gantung raket juga mengakhiri perjalanan Polii sebagai atlet di Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) PBSI setelah 19 tahun dan bolak-balik antara kategori ganda putri dan ganda campuran.

Sementara itu, Ketua Harian Pengurus Besar (PP) PBSI Alex Tirta juga mengucapkan terima kasih kepada Polii atas kontribusi positif dan historisnya bagi kancah bulu tangkis Indonesia. Tirta menilai selama di Pelatnas Cipayung, Polii telah memberikan penampilan terbaiknya dan menjadi bagian tak terlupakan di kancah bulu tangkis nasional.

Lantas, seperti apa perjalanan karier Greysia Polii?

Greysia Polii (lahir 11 Agustus 1987 di Jakarta) adalah pemain bulu tangkis putri Indonesia sektor ganda putri. Greysia Polii lahir dari pasangan Willy Polii dan Evie Pakasi. Dia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Wanita keturunan Manado ini telah menikah dengan seorang pengusaha bisnis perhiasan, Felix Djimin.

Source : Liputan6

Saat kecil, Greys tinggal di Jakarta hingga berusia 2 tahun, lalu pindah ke Manado karena ayahnya meninggal dunia. Ia tertarik untuk terjun ke permainan bulu tangkis karena pengaruh dari salah seorang kakaknya, Deyana Lomban, salah satu mantan atlet bulu tangkis nasional Indonesia. Bakat Greys mulai terlihat ketika berusia 6 tahun. Ketika menginjak usia 8 tahun, Greys dan ibunya memutuskan untuk pergi ke Jakarta sehingga Greys bisa mendapatkan pelatihan bulu tangkis dan bersekolah dengan baik. Ibunya harus banting tulang sehingga dapat membiayai Greysia Polli, salah satunya dengan menerima jasa jahit baju.

Greysia Polii bergabung ke sebuah klub bernama Jaya Raya Jakarta. Semasa berada di klub, ia sangat sering berlatih untuk mewujudkan mimpinya tersebut. Pada awalnya, ia difokuskan untuk menjadi pemain tunggal. Kemudian Retno Koestijah menyadari bahwa Greysia memiliki bakat untuk menjadi pemain ganda. Keputusan tersebut membuat Greys dapat bergabung dengan tim nasional bulu tangkis Indonesia pada tahun 2003.

Greys memulai karirnya sebagai atlet ganda putri dan campuran. Bersama dengan Heni Budiman dan Muhammad Rijal, Greys banyak menghasilkan prestasi pada kejuaraan – kejuaraan bulu tangkis junior. Pada tahun 2007 Polii memenangkan ganda putri di Kejuaraan Nasional Indonesia bersama Jo Novita. Mereka adalah peraih medali perak ganda putri di Asian Games 2005 dan 2007. Polii adalah anggota tim Piala Sudirman Indonesia yang menempati posisi kedua setelah Cina pada tahun 2005 dan 2007. Pada tahun 2008, Greys berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari. Selama berpasangan selama setahun, mereka belum menunjukkan prestasi yang diharapkan. Tahun 2009, Greys dipasangkan dengan Meiliana Jauhari dan membawa hasil yang cukup mengejutkan yakni sampai ke seperempat final Singapura Open. Pada tahun 2012, Greys diberi kesempatan pertama untuk mengikuti Olimpiade di London. Pada Olimpiade Musim Panas 2012, Polii dan rekannya Meiliana Jauhari, bersama dengan Jung Kyung-eun dan Kim Ha-na, Ha Jung-eun dan Kim Min-jung dari Korea Selatan, dan Wang Xiaoli dan Yu Yang dari China didiskualifikasi karena melanggar kode etik. Greysia Polii dan pasangannya Meiliana Jauhari bermain melawan Ha Jung-eun dan Kim Min-jung dari Korea Selatan. Indonesia mengajukan banding atas kasus tersebut, namun dicabut. Awal 2013, Greys dipasangkan lagi dengan orang lain yakni Anggia Shitta Awanda.

Pada tahun 2016, ia dan rekannya Nitya Krishinda Maheswari lolos ke BWF Super Series Masters Finals. Namun, mereka mengundurkan diri dari turnamen karena jadwal operasi lutut Maheswari. Posisi mereka digantikan oleh Vivian Hoo dan Khe Wei Woon.

Source : BBC

Penantian panjang yang dilakukan oleh Greysa Polii membuahkan hasil. Tahun 2017, ia dipasangkan dengan partnernya sampai sekarang, Apriyani Rahayu. Greysia yang umurnya tidak muda lagi  harus bersabar karena dipasangkan dengan Apriyani yang bisa dikatakan belum memiliki banyak pengalaman, seperti Greys. Namun harapan mulai muncul ketika ia bersama dengan Apriyani mampu menjadi juara pada Thailand Open 2017 dan Prancis Open. Bersama dengan Apriyani, ia mulai bangkit lagi dan meraih gelar juara di banyak turnamen. Titik utamanya adalah ketika Olimpiade di Tokyo. Olimpiade ini menjadi penebusan dari kekalahan dua kali yang diderita olehnya pada tahun-tahun sebelumnya. Greys juga membuktikan kemampuan, kerja keras, dan kesabaran yang selama ini telah ia berikan tidak berakhir sia-sia.

Lainnya

Inilah Persyaratan Klaim Uang Duka Wafat Bagi Penerima Pensiunan PNS

BY PUTRI

Apa itu Nebulizer? Yuk, Simak Fungsi dan Cara Penggunaannya!

BY PUTRI

Pasti Belum Tahu, Ternyata 5 Tumbuhan Ini Bisa Jadi Obat Ampuh Untuk Diabetes

BY PUTRI