whatsapp

WIRAUSAHA

Sebelum Berinvestasi, Cari Tahu Dulu Apa Itu Investasi ?

BY PUTRI / 26 Apr 2022

Sebelum Berinvestasi, Cari Tahu Dulu Apa Itu Investasi ?

Berinvestasi adalah proses membeli aset yang nilainya meningkat dari waktu ke waktu dan memberikan pengembalian dalam bentuk pembayaran pendapatan atau keuntungan modal. Dalam arti yang lebih luas, berinvestasi juga bisa tentang menghabiskan waktu atau uang untuk meningkatkan kehidupan Anda sendiri atau kehidupan orang lain. Namun dalam dunia keuangan, investasi adalah pembelian sekuritas, properti, dan barang berharga lainnya dalam mengejar keuntungan modal atau pendapatan.

Istilah investasi sendiri berasal dari kata Bahasa Italia, investire yang berarti memakai atau menggunakan. Umumnya, dana atau aset yang ditanamkan oleh seorang investor akan dikembangkan oleh badan atau pihak yang mengelola. Keuntungan dari hasil pengembangan tersebut nantinya akan dibagikan kepada investor sebagai imbal balik sesuai dengan ketentuan antara kedua pihak.

Secara ekonomi, dalam investasi, pemodal akan membeli sesuatu yang tidak akan dipergunakan sekarang. Sesuatu yang dibeli tersebut disimpan sebagai harta yang setelah melewati masa tertentu dapat mengalami perubahan nilai. Investasi tidak selalu berujung menghasilkan keuntungan. Terdapat risiko kerugian juga dalam berinvestasi. Maka dari itu, penting sekali memahami jenis-jenis investasi dan risikonya.

Bagaimana cara investasi bekerja ?

Investasi adalah bagian penting dari ekonomi dan bagian penting dari keuangan pribadi. Untuk investor individu, investasi dapat memungkinkan Anda untuk menumbuhkan kekayaan Anda selama periode yang berbeda. Salah satu bagian terpenting dari investasi adalah compounding (bunga bergulung). Compounding adalah istilah untuk bagaimana investasi Anda meningkat nilainya dari waktu ke waktu.

Untuk dapat lebih mengerti, kami akan berikan contoh seperti berikut ini :

Thiago membeli 2 gram emas batangan seharga Rp400.000 per gram pada tahun 2010. Emas tersebut disimpan dengan rapat di brankas pribadi miliknya. Setelah 5 tahun, harga emas per gram meningkat menjadi Rp500.000 per gram. Thiago pun menjual emas yang dimilikinya dan mendapatkan keuntungan Rp100.000 per gram. Tindakan Thiago membeli emas pada tahun 2010 inilah yang disebut sebagai investasi. Dan keuntungan sebesar Rp100.000 dari selisih harga beli tersebut disebut keuntungan.

Keuntungan Investasi

Investasi memiliki banyak keuntungan bagi Anda selaku investor. Banyak orang mulai berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan dan memperluas bisnis.

  • Memenuhi Kebutuhan di Masa Depan

Investasi di masa sekarang bertujuan untuk menunjang dan mendukung kehidupan di masa depan.

 

  • Gaya Hidup Hemat

Dengan investasi seseorang akan mencoba hidup hemat untuk tetap berinvestasi, pada akhirnya orang tersebut akan menghindari membeli hal-hal tidak penting dan bersifat lebih ekonomis.

  • Menghindari Utang

Dengan gaya hidup sederhana, seseorang akan menghindari hutang. Orang-orang yang memiliki komitmen investasi akan menghindari berhutang dan lebih memilih hidup hemat untuk memperbaiki keadaan ekonomi.

Jenis – jenis Investasi Berdasarkan Jangka Waktu

Untuk mendapatkan manfaat-manfaat diatas, tentunya Anda harus menentukan jenis investasi yang tepat. Berikut adalah jenis investasi yang dapat Anda lakukan

Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek merupakan investasi yang memungkinkan kamu untuk mendapatkan keuntungan kurang dari tiga tahun dan dapat langsung kamu konversikan dengan uang atau jual. Investasi ini berlangsung antara kurang dari satu tahun hingga tiga tahun saja. Sebagai contohnya, seorang pemuda berusia 26 tahun berniat untuk menikah tiga tahun ke depan. Maka dia membutuhkan dana segar untuk menyelenggarakan pesta pernikahan yang tidak murah. Mengingat akan kebutuhan itu, maka pemuda tersebut disarankan untuk berinvestasi di instrumen rendah risiko dalam artian memiliki fluktuasi nilai yang stabil, likuiditas yang tinggi sehingga mudah dikonversikan dalam bentuk cash, serta bisa menghasilkan pendapatan tetap. Beberapa instrumen yang disarankan untuknya adalah deposito, reksadana pasar uang, atau surat utang negara jangka pendek.

Apakah bisa, pemuda tersebut berinvestasi di saham untuk tujuan finansial ini? Bisa, namun tentu saja kurang disarankan. Alasannya saham adalah instrumen yang memiliki fluktuasi nilai yang tinggi  dalam jangka pendek. Membeli saham sama saja dengan membeli bisnis, dan pertumbuhan bisnis tentu tidak bisa dinilai hanya dalam jangka waktu pendek. Contoh dari investasi jangka pendek adalah obligasi jangka pendek,  pasar saham, sertifikat deposito.

Investasi Jangka Menengah

Ketika seseorang memiliki tujuan finansial antara 3 hingga 10 tahun, maka hal ini bisa disebut dengan investasi jangka menengah.

Sebut saja, dalam lima tahun ke depan Bapak Nico harus mendaftarkan diri putrinya ke sebuah universitas ternama di Semarang. Maka Bapak Nico membutuhkan dana yang cukup besar untuk membayar uang pangkal serta semester I.  Mengingat kebutuhan dananya di atas lima tahun, Bapak Nico bisa memilih instrumen dengan risiko sedikit lebih tinggi dari deposito, reksadana pasar uang, atau surat utang negara, dengan harapan memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi. Instrumen yang dimaksud adalah reksadana pendapatan tetap (obligasi), obligasi swasta, reksadana campuran.

Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang adalah investasi yang membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun untuk mendapatkan keuntungan. Ketika tujuan investasinya di atas 10 tahun, maka investasi ini sudah masuk dalam kategori investasi jangka panjang. Tujuan-tujuan investasi itu bisa berupa biaya pendidikan anak, biaya penyelenggaraan pesta pernikahan anak, pembelian aset ke anak cucu, dan dana pensiun.

Semakin panjang periode investasi, makin fleksibel seseorang memilih instrumennya. Mereka bisa memilih instrumen dengan risiko rendah, moderat, tinggi, maupun instrumen yang tidak dapat dikonversi dengan cepat. Beberapa instrumen yang bisa dipilih untuk investasi jangka panjang antara lain logam mulia, reksadana saham, saham, hingga properti.

 

Cara untuk memulai investasi

Memulai sebagai investor baru lebih mudah dari sebelumnya. Anda dapat membuka akun investasi dengan cepat di web atau menggunakan aplikasi investasi di smartphone Anda. Beberapa akun investasi tersedia tanpa saldo minimum, sehingga Anda dapat menguji akun sebelum memulai berinvestasi. Jika Anda memilih akun tanpa komisi perdagangan yang mendukung investasi pecahan, Anda mungkin bisa memulai dengan uang Rp.100.000 saja.

Ikuti langkah-langkah ini untuk mulai berinvestasi:

  1. Pastikan Kita Telah Sehat Secara Finansial

Sebelum berinvestasi, pastikan telah memiliki dana darurat yang ideal dan memiliki proteksi keuangan dengan memiliki jaminan kesehatan atau asuransi. Merencanakan keuangan untuk masa depan memang sangat penting. Namun jangan pernah sepelekan hal-hal yang menjadi perhatian dan prioritas di masa kini. Tanpa dana darurat yang ideal, kita akan kesulitan dalam menghadapi risiko hilangnya pendapatan akibat PHK atau ketidakpastian ekonomi. Tanpa perlindungan kesehatan, kita juga bisa kehilangan dana yang cukup besar ketika harus berobat.

 

  1. Pilih akun investasi

Mulailah dengan meneliti broker online atau aplikasi investasi terbaik untuk tujuan investasi atau perdagangan Anda.

 

  1. Lengkapi aplikasi akun

Membuka akun biasanya memerlukan informasi pribadi seperti nama Anda, informasi kontak, nomor jaminan Sosial, dan pengalaman investasi.

 

  1. Pilih jenis investasi Anda

Jangan hanya membeli saham karena Anda pernah mendengar tentang perusahaan yang mengeluarkannya. Teliti investasi untuk memahami apa yang Anda beli, potensi pengembalian investasi, risikonya, dan apakah itu sesuai dengan tujuan Anda.

 

  1. Kenali Risiko Sistematis dan Non-Sistematis Investasi

Bila profil risiko memiliki tolak ukur berupa kondisi psikis sang investor, ada pula risiko investasi yang tidak boleh luput dari investor.

 

Dalam investasi, terdapat dua jenis risiko yaitu sistematis dan non-sistematis. Sistematis merupakan risiko yang sama sekali tak bisa dihindari dan diversifikasi, serta menyerang ke segala macam instrumen. Risiko tersebut bisa berupa risiko pasar, perubahan tingkat suku bunga, dan inflasi. Sementara itu risiko non-sistemik dinyatakan sebagai risiko yang masih bisa dihindari dengan cara diversifikasi instrumen investasi. Risiko tersebut antara lain adalah, risiko bisnis, risiko likuiditas, dan risiko tuntutan hukum.

Itulah hal-hal yang harus diketahui sebelum terjun berinvestasi. Pastikan sudah mengetahui pengertian, manfaat, jenis, hingga cara berinvestasi yang baik agar tujuan keuangan kita bisa tercapai. Terlepas dari bagaimana Anda memilih untuk mulai berinvestasi, ingatlah bahwa berinvestasi adalah upaya jangka panjang dan Anda akan menuai manfaat terbesar dengan berinvestasi secara konsisten dari waktu ke waktu.

Lainnya

Air Purifier, Si Penjernih Udara yang Memiliki Segudang Manfaat Bagi Kesehatan

BY PUTRI

Temui Karakter Baru Pemeran Stranger Things Season 4

BY PUTRI

Menilik Sejarah Hari Tentara Nasional Indonesia

BY PUTRI