whatsapp

BERITA

Uang Duka Pensiunan PNS dari Taspen dan Cara Mengurusnya

BY PUTRI / 19 Sep 2022

Uang Duka Pensiunan PNS dari Taspen dan Cara Mengurusnya

Salah satu hak Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah mendapatkan dana pensiun. Ini juga bisa dikatakan menjadi stimulus alasan utama profesi PNS banyak dilirik banyak orang.

Masa pensiun PNS/ seorang abdi negara ditetapkan pada usia 58-65 tahun. Saat pensiun, maka seorang PNS akan mendapat pesangon dan uang penghargaan. Namun bagaimana jadinya jika PNS yang masih aktif bekerja meninggal dunia apakah masih akan mendapat dana pensiun?

Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif yang telah meninggal dunia maka pemerintah akan memberikan dana tunjangan dan hak yang lain bagi ahli waris yang pencairannya dilakukan lewat PT Taspen (Persero). Seperti informasi yang disampaikan melalui laman resmi Taspen, PNS aktif yang meninggal dunia  maka ahli waris bisa mendapatkan sejumlah hak. Diantara hak tersebut adalah THT, Asuransi kematian, uang duka wafat, dana penguburan, dan beasiswa (Sesuai PP Nomor 70 Tahun 2015 dan juga PP Nomor 66 Tahun 2017.

Besaran nominal yang diterima pun sudah diatur dalam Undang-Undang, dan akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Adapun rincian hak yang didapatkan sebagai berikut, merujuk situs resmi Taspen.

Keuntungan yang didapatkan ASN aktif meninggal dunia berupa:

  • Santunan sekaligus Rp15 juta
  • Uang Duka Wafat (UDW) sebesar 3 x gaji terakhir
  • Biaya pemakaman: Rp 7,5 juta
  • Beasiswa sebesar Rp15 juta untuk 2 orang anak

Apabila pensiunan PNS meninggal dunia, ahli waris berhak melakukan klaim kepada Taspen berupa:

  • Uang Duka Wafat (UDW) sebesar 3 x gaji terakhir
  • Asuransi kematian

Persyaratan Pengajuan Klaim Uang Duka Wafat bagi Pensiunan PNS yang Meninggal Dunia

Cara mengurus uang duka wafat pensiunan PNS yang meninggal dunia cukup mudah. Segala urusan yang berkaitan dengan kepengurusannya, termasuk uang duka diserahkan kepada ahli waris.

Mengisi Formulir Permintaan Pembayaran (FPP);

  • Fotokopi SK pensiun;
  • Fotokopi Surat Kematian yang dilegalisir Lurah / Kepala Desa / Rumah Sakit;
  • Fotokopi identitas diri (KTP / SIM) pemohon;
  • Pas foto ukuran 3 x 4 sebanyak 1 (satu) lembar;
  • Fotokopi Bintang Jasa bagi penerima pensiun TNI / POLRI ( bila ada );
  • Fotokopi buku rekening pemohon.
  •  

Catatan :

  • Fotokopi Surat Nikah dilegalisir oleh Lurah / KUA bila pemohon adalah istri;
  • Surat penunjukan wali dari pengadilan negeri / agama bila pemohon adalah anak belum berusia 18 tahun;
  • Surat kuasa ahli waris bila anak yang sudah dewasa;
  • Surat ketarangan ahli waris dari lurah / kepala desa bila pemohon orang tua kandung;
  • Surat keterangan merawat dan penguburan (bila tidak ada ahli waris lainnya).

Informasi Tambahan Pensiun Terusan :

  • Selama 4 bulan, bagi Penerima Pensiun PNS / Pejabat Negara / KNIL
  • Selama 2 bulan, bagi Penerima Pensiun Duta Besar;
  • Selama 6 bulan, bagi Penerima Pensiun Presiden / Wakil Presiden;
  • Selama 6 bulan, bagi Penerima Pensiun TNI / POLRI yang tidak memiliki bintang jasa /
  • Tunjangan Veteran;
  • Selama 12 bulan, bagi Penerima Pensiun TNI / POLRI yang memiliki bintang jasa (Gerilya,
  • Sewindu, Kartika Eka Paksi Nararya, Jasena Nararya, Bhayangkara Nararya, Swa Buana, Paksa Nararya);
  • Selama 18 bulan bagi Penerima Pensiun TNI / POLRI yang memiliki bintang Jasa Pahlawan.

Lainnya

Asyik! KAI Akan Berikan Diskon Khusus Lansia Hingga 20%, Catat Syarat dan Ketentuannya

BY PUTRI

Raup Keuntungan Besar dengan Bisnis Frozen Food

BY PUTRI

7 Cara Ampuh Merawat Tanaman Agar Tidak Mudah Layu

BY PUTRI