whatsapp

WIRAUSAHA

Yuk, Intip 5 Tips Membuka Toko Kelontong dengan Modal Kecil

BY PUTRI / 17 Jun 2022

Yuk, Intip 5 Tips Membuka Toko Kelontong dengan Modal Kecil

Berbagai jenis bisnis terus dilakukan oleh manusia dengan tujuan meraih keuntungan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. Salah satu jenis bisnis yang mudah untuk dilakukan adalah membuka usaha toko kelontong. Selain bisa digunakan sebagai penghasilan utama, usaha toko kelontong juga bisa digunakan sebagai jenis usaha sampingan. Meskipun begitu, keuntungan yang diperoleh begitu menjanjikan. Agar bisa mendapatkan keuntungan yang banyak tentunya Anda juga harus mampu menjual barang dagangan dalam jumlah yang banyak pula.

Apa Itu Toko Kelontong?

Melansir dari KBBI, kata kelontong memiliki dua arti, yaitu alat kelentingan atau alat yang biasa dibunyikan oleh penjual atau pedagang tempo dulu. Alat ini biasanya digunakan untuk menarik perhatian para pembeli. Sedangkan arti kedua, kata kelontong diambil dari barang-barang keperluan sehari-hari, seperti alat mandi, cangkir, mangkuk, dan yang lainnya.

Toko kelontong adalah toko yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari. dengan jenis yang beragam dan lebih lengkap. Produk yang dijual biasanya peralatan dan kebutuhan rumah tangga, seperti beras, bumbu dapur, peralatan mandi, sabun mencuci pakaian, pembersih rumah, dan lain sebagainya.

Toko kelontong termasuk ke dalam UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Di tahun 90an, toko kelontong adalah salah satu UMKM yang mengalami perkembangan cukup pesat dan sempat disebut sebagai penyelamat perekonomian negara saat terjadi krisis di tahun 1989.

Dari masa ke masa, peminat toko kelontong tetap bertahan dan setia berbelanja di sana. Ada banyak alasan yang mengiringi hal ini. Bukan hanya soal harga, faktor kenyamanan juga menjadi salah satu alasan lainnya. Biasanya, pembeli bisa saling berinteraksi dan mengobrol dengan pemilik toko.

Tidak jarang pemilik toko memberikan harga spesial dan memberi tempo waktu pembayaran. Saat hari raya tiba, pemilik toko juga kerap memberi THR berupa sirup atau biskuit kepada pelanggannya. Pengalaman ini tentu tidak bisa didapatkan jika berbelanja di minimarket atau toko swalayan modern.

Pedagang kelontong sendiri diperkirakan sudah ada sejak abad ke-19 lalu. Mereka menjual berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari sabun, kebutuhan pokok seperti beras, hingga bumbu dapur. Saat itu, kebutuhan-kebutuhan ini kebanyakan memang dijual oleh para pedagang Tionghoa.

Saat itu, para pedagang kelontong banyak yang menjual dagangannya dengan berkeliling membawa kelontongan. Lambat laun, akhirnya banyak yang memilih untuk membuka tempat usaha sendiri secara permanen, seperti mendirikan toko atau ruko.

Toko kelontong umumnya berada di lingkungan perumahan atau pemukiman penduduk. Hal inilah yang menjadi pilihan utama masyarakat sekitar karena dianggap lebih dekat dan bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki.

Perbedaan Toko Kelontong Eceran dan Grosir

Dari produk-produk yang dijual, keduanya memiliki jenis produk yang tidak jauh berbeda. Kebanyakan memang adalah sembako dan kebutuhan rumah tangga. Perbedaan pertama dari keduanya adalah jenis pembeli dari masing-masing toko.

Untuk toko kelontong eceran, pembelinya adalah konsumen atau pengguna langsung. Biasanya, pembeli ini adalah kalangan rumah tangga. Sedangkan untuk toko kelontong grosir, pembelinya adalah pemilik toko-toko kecil. Toko-toko kecil ini akan membeli secara grosir kemudian menjualnya kembali ke konsumen dengan cara diecer. Nah, toko inilah yang disebut dengan toko kelontong eceran.

Suplai barang yang diterima oleh toko kelontong grosir biasanya datang langsung dari distributor atau produsen produk itu sendiri. Biasanya, mereka juga akan membeli dalam jumlah besar. Maka tidak heran, modal untuk membuka toko kelontong grosir pun jauh lebih besar.

Toko kelontong eceran biasanya mengambil keuntungan antara 10-30 persen. Sedangkan, toko kelontong grosir mengambil keuntungan lebih kecil, bahkan tidak lebih dari 10 persen. Jenis toko ini memang lebih mengutamakan kuantitas barang yang terjual, sehingga meski keuntungannya kecil, namun bisa tertutupi oleh besarnya perputaran produk yang terjual.

Sekilas nampaknya Anda berpikir pasti butuh banyak modal untuk membuka toko kelontong, tapi sebenarnya Anda hanya perlu uang di bawah 5 juta untuk membuka warung sembako. Supaya semakin irit modal yang dikeluarkan, Anda bisa memanfaatkan ruang kosong sekitar rumah untuk membangun usaha ini. Berikut beberapa hal yang perlu disiapkan dalam usaha toko kelontong atau warung sembako.

  1. Menentukan Lokasinya

Pilihlah sisi rumah yang paling strategis dan sering dilalui orang. Anda bisa membuatnya di teras, garasi, atau bahkan membangun ruang baru di halaman rumah. Nantinya, tatalah barang yang dijual dengan baik dan rapi, supaya ketika ada yang lewat mereka tertarik untuk mampir di toko Anda.

  1. Riset Kebutuhan Konsumen

Setelah memutuskan letak toko kelontong, Anda bisa melakukan riset mengenai demand atau kebutuhan dari potential customer yang berada di sekitar toko kelontong. Ada baiknya Anda mengetahui barang apa saja yang mereka butuhkan, supaya Anda dapat menyediakan barang-barang tersebut untuk mereka beli. Setiap tempat bisa saja memiliki demand yang berbeda.

Yang perlu Anda ketahui adalah jenis-jenis orang yang berada di sekitar toko kelontong. Contohnya, di daerah masyarakat atau perumahan yang penuh dengan IRT (Ibu Rumah Tangga), mereka biasanya membutuhkan barang-barang untuk pekerjaan rumah tangga seperti alat-alat pembersih. Katakanlah, sapu dan sponge, atau pelengkap masakan di rumah: garam, merica bubuk, penyedap rasa, dan barang barang lain yang dibutuhkan seorang ibu rumah tangga.

  1. Membeli Perlengkapan Toko

Idealnya, Anda hanya perlu menyiapkan peralatan seperti etalase, meja, rak, dan kalkulator untuk membuka usaha warung sembako di depan rumah. Carilah peralatan tersebut di pasar yang harganya lebih atau Anda bisa membelinya per paket. Berikut kisaran modal yang kamu butuhkan untuk perkakas ini.

Etalase kaca: Rp. 1 juta

Meja: Rp. 300 ribu

Rak besi: Rp. 600 ribu

Kalkulator: Rp. 40 ribu

  1. Survei Supplier

Untuk menyediakan stok barang, Anda perlu memilih supplier yang berkualitas yang akan bekerja sama dalam waktu panjang dengan Anda. Supplier tersebut menyediakan semua barang yang dibutuhkan, memberikan diskon menarik, dan lokasinya tidak begitu jauh dari lokasi toko.

  1. Memberi Pelayanan yang Terbaik

Coba Anda bertanya kepada diri Anda sendiri, apakah Anda ingin berbelanja kembali ke suatu tempat dimana Anda diperlakukan dengan tidak baik? Tentu saja tidak, bukan? Mungkin beberapa orang menganggap remeh soal hal kecil seperti tata krama yang baik dalam menyambut pembeli dan gesture kecil lainnya.

Hal-hal kecil seperti ini dapat mempengaruhi perkembangan warung Anda. Jika Anda menempatkan diri Anda sebagai pembeli dan Anda  menerima pelayanan yang tidak memuaskan, kemungkinan besar Anda tidak mau kembali ke tempat yang sama dan lebih memilih untuk berbelanja di tempat lain.

Itulah sebabnya, service atau pelayanan sangatlah penting untuk menciptakan reputasi yang baik bagi toko kelontong Anda. Tentunya juga dapat menambah potential customers untuk berbelanja di tempat Anda.

Seringkali pemilik toko kelontong lupa mengaplikasikan beberapa hal yang telah didiskusikan sebelumnya. Namun, jika Anda mempersiapkan dan melakukan 5 hal ini, toko kelontong Anda akan menjadi toko yang sukses.

Lainnya

Temui Karakter Baru Pemeran Stranger Things Season 4

BY PUTRI

Mau Badan Tetap Sehat dan Bugar ? Yuk Coba Senam Lansia !

BY PUTRI

Renang, Olahraga Ringan dengan Segudang Manfaat Bagi Lansia

BY PUTRI